Friday, November 05, 2010

Sejarah Lawang Sewu = Sejarah Kereta Api



Bangunan Lawang Sewu di Semarang selalu identik dengan citarasa horor. Padahal, bila ditilik dari kesejarahannya, tempat ini menyimpan banyak kisah, baik tentang sejarah perkeretaapian maupun perjuangan membela tanah air Indonesia.


Pada Jum'at 17 Juni 1864, di Desa Kemijen, Semarang, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele melakukan pencangkulan pertama pembangunan jalur kereta api. Pembangunan jalur kereta api ini diprakarsai perusahaan kereta api bernama Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM).

Setelah pembangunan berjalan sekitar tiga tahun, jalur kereta api ini sudah bisa difungsikan untuk melayani rute Semarang-Desa Tanggung yang berjarak tak lebih dari 26 kilometer. Setelah pembangunan jalur itu, perkembangan jalan kereta api di Indonesia kemudian meningkat dengan pesat. Hingga 1900, panjang jalur kereta api mencapai 3.338 km.

Guna melaksanakan pekerjaan administratif NV.NISM, Sloet Van Den Beele memerintahkan membangun sebuah gedung yang akan digunakan sebagai kantor jawatan kereta api pertama tersebut. Di tunjuklah Ir. P. de Rieut sebagai arsitek bangunannnya. Namun sayang hingga sang jenderal meninggal dunia, pembangunan belum juga terlaksana.

Prof Jacob K Klinkhamer dan Bj Oudang kemudian dipercaya pemerintah Belanda untuk melanjutkan rencana pembangunan gedung tersebut. Akhirnya lokasi gedung dipilih di sekitar kawasan Wilhelmina Plein sekarang bernama kawasan Tugu Muda. Inilah awal mula Lawang Sewu memberi warna dalam lansekap Kota Semarang.

Pembangunan pun dimulai pada 1904. Selang tiga tahun, bangunan pun resmi digunakan sebagai kantor NV NIS. Bagian depan gedung ini diapit dua menara, di belakang keduanya, Bangunan ini berdiri memanjang bak sepasang sayap.

Lawang Sewu merupakan gedung dengan arsitektur perpaduan Indische dengan keunikan lokal. Material-material penting bangunan ini didatangkan langsung dari Eropa. Kaca mozaik yang mengiasi interior bangunan ini pun menampilkan keindahan yang membuat kagum.

Lawang Sewu merupakan nama yang diberikan masyarakat Semarang yang berarti "Pintu seribu". Nama ini disematkan karena begitu banyak jumlah pintu dan lubang yang ada dibangunan itu. Gedung ini dibuat dengan pendekatan terhadap kondisi iklim setempat yang beriklim tropis.

Sentuhan seni yang tertuang membuat gedung ini tetap terlihat anggun meski sudah berusia uzur. Kemegahan dan keindahan bangunan Lawang Sewu telah membuat decak kagum banyak orang, karen ini jugalah julukan Mutiara dari semarang disematkan. Lawang Sewu kemudian menjadi landmark Kota Loenpia ini.

Memasuki masa kemerdekaan Bangunan yang menganut gaya Romanesque Revival ini beberapa kali berpindah tangan. Mula-mula dimanfaatkan sebagai kantor Perusahaan jawatan kereta Api (PJKA) milik Indonesia.

Lawang Sewu kemudian pernah digunakan Kodam IV Diponegoro sebagai Kantor Badan Prasarana. Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah juga pernah bermarkas di sini.

Sejarah pun mencatat, di gedung ini menjadi saksi peristiwa heroik yang dikenal sebagai "pertempuran lima hari Semarang". Kontak senjata terjadi antara Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan Kempetai dan Kido Buati Jepang.

Pertempuran yang berlangsung 14-19 Oktober 1945 itu telah menggugurkan banyak pejuang. Beberapa jasad yang gugur dimakamkan di halaman gedung ini, namun pada 1975 makam mereka dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal.

Dengan semua keindahan arsitektur dan perjalanan sejarahnya yang panjang, kini Lawang Sewu menjadi daya tarik banyak orang yang ingin melihat dan mencari tahu serpihan perjalanan yang mewarnai kota Semarang di gedung ini. Sebagai sebuah gedung tua bersejarah, Lawang Sewu masuk ke dalam bangunan yang harus dilindungi sesuai SK Wali Kota No 650/50/1992.

Bertandang ke Semarang, tak lengkap merasakan nuansa Lawang Sewu, yang menyimpan lebih dari seribu misteri.


sumber: http://cybertravel.cbn.net.id/cbprtl/cybertravel/detail.aspx?x=Time+Traveller&y=cybertravel|2|0|3|2683

Asal-usul Ketupat: dari Sunan Kalijaga

Kendati untuk beberapa makanan tertentu, kedai-kedai juga mencantumkan ketupat sebagai salah satu makanan andalan -- misalnya: soto ketupat, ketupat sambel, dll -- panganan satu ini identik dengan hari raya Idul Fitri. Bagaimana asal-usul ketupat? 

Tradisi ketupat ini diperkirakan berasal dari saat Islam masuk ke tanah Jawa. Dalam sejarah, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkannya pada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.

Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.

Rupa (jenis-jenis) Ketupat Indonesia
Ketupat atau Kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara yang dibuat dari beras. Beras ini dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa dan dikukus sehingga matang. Ketupat paling banyak ditemui sekitar waktu Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa. Ketupat juga sering dihidangkan dengan sate. Bila dihidangkan dengan tahu dan gulai menjadi kupat tahu.Trus jika dihidangkan ditemani sayur labu/buncis menjai top markotop..Endyang Bambang Gurindang....Istimiwir n makyuusss tentunya . Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Singapura dan sebagainya.

Di antara beberapa kalangan di Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat. Di Bali ketupat sering pula dipersembahkan sebagai sesajian upacara.


sumber: http://epiyon.blogspot.com/2010/10/asal-usul-ketupat.html

Asal-usul Kata Influenza

Kita mengenal kata influenza sejak kecil. Tahukah Anda, bagaimana asal-usul kata Influenza?

Dari mana kata influenza berasal? Nama resmi untuk penyakit ini sebenarnya tidak terbentuk melalui bahasa Inggris, influence. Influenza sesungguhnya merupakan kata Italia, yang diturunkan dari kata Latin abad pertengahan, yakni influentia, yang mempunyai arti “mengalir ke dalam”.
Semula kata influence merupakan istilah khusus untuk astrologi, berkaitan dengan cairan ether yang dikeluarkan oleh bintang – bintang dan disebut – sebut mempengaruhi manusia. Baru pada abad ke 16 sebuah pengertian modern, suatu “kekuatan untuk menghasilkan efek”, mulai memperoleh dominasinya sebagaimana dimiliki di masa sekarang. Di sejumlah kawasan, kata ini dimaknai sebagai “mempengaruhi seseorang”, atau memaksa seseorang mengikuti kehendak melalui kekuatan mental.

Dalam bahasa Italia, kata influenza memiliki pengertian yang agak berbeda dengan influence dalam bahasa Inggris. Kata influenza secara metaforis mengacu pada “merebaknya” suatu penyakit, yang dianggap disebabkan oleh pengaruh bintang – bintang. Sebagai contoh, influenza di febbre scarlattina bermakna “merebaknya penyakit demam berdarah” dan frase seperti itu dikenal sejak awal abad ke 16.
Pada 1743, apa yang dalam bahasa Italia disebut influenza di catarro, “merebaknya demam penyebab padang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan sembari mengeluarkan cairan”, menjadi wabah yang menyebar ke seluruh Eropa. Sebagaimana lazim ditemui pada frase – frase berbagai bahasa, hanya kata pertama yang digunakan dan menjadi sebutan penting. Segera saja penyakit itu dikenal dalam bahasa Inggris sebagai influenza saja. Bahkan, sejak sekitar permulaan periode Victoria, kata itu menjadi lebih pendek saja, flu.

Influenza yang berdampak sangat buruk merebak menjadi pandemi pada akhir Perang Dunia I, 1918, yang membunuh sedikitnya 25 juta orang (diperkirakan jumlah total korban jiwa diseluruh dunia sebanyak dua kali angka tersebut), melebihi jumlah kematian yang diakibatkan oleh permusuhan. Penyakit ini dikenal sebagai flu Spanyol, sebab pada saat itu Spanyol diyakini sebagai asal – muasal berkembangnya flu mematikan ini.

Namun kemudian terbukti bahwa flu tersebut mula – mula menyebar di AS (kasus pertama tercatat di Camp Funston, Fort Riley, Kansas, pada 8 Maret 1918), dibawa ke Eropa oleh orang Amerika, lalu mengalami mutasi sehingga menjadi kuat dan mematikan. Di Spanyol sendiri pada Mei 1918, 8 juta orang terinfeksi wabah ini, 17 juta jiwa tewas di India, 500 ribu di Amerika Serikat dan 200 ribu di Inggris.


Virus penyebab wabah tersebut baru – baru ini diselidiki di Centers for Disease Control and Prevention, AS, dengan meneliti jenazah yang terawetkan dilapisan es (permafrost), Alaska. Virus tersebut diidentifikasikan sebagai tipe H1N1 atau yang lebih dikenal dengan flu babi.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/04/asal-usul-kata-influenza.html

Asal-usul Pizza

Pizza, orang kota besar pasti mengenalnya dan mulai menggemarinya seiring dengan banyak dibukanya resto-resto yang menyajikan makanan tersebut. Bagaimana asal-usulnya?

Pizza Asal kata "pizza" belum jelas, tapi pertama kali muncul tahun 997 dalam Bahasa Latin Pertengahan. Pada waktu itu, pizza adalah alat tukang roti, sebuah adonan yang digunakan untuk menentukan temperatur oven. Makanan para warga miskin, pizza dijual di jalanan dan belum dianggap sebagai resep terkenal. Sebelum abad ke-17, pizza ditutupi saus putih. Kemudian diganti oleh minyak, keju, tomat atau ikan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvvUtE0YRTxL3B4wPADHNuhRJTfzhWeZDXtOf_IzK55yFZQbXO-EqrkfKrA6Awnub7YtIZLtcmlD0qP1zo3nX33Ma_ed1bO2-_LxwvuLKQa3SH7pg9dtIQ69AUOQ2LJ0TB-hFIONM_jroZ/s1600/root_veg_base_pizza.jpg
Tahun 1843, Alexandre Dumas, menjelaskan keragaman pelengkap pizza. Bulan Juni 1889, untuk menghormati Ratu Italia, Margherita dari Savoy, koki Neapolitan Raffaele Esposito menciptakan "Pizza Margherita", sebuah pizza yang dipenuhi tomat, keju mozzarella dan basil, untuk menggambarkan warna bendera Italia.

Pada tahun 1800-an Pizza dengan saus tomat dibawa oleh imigran Italia yang umumnya berasal dari Napoli ke New York, Amerika Serikat. Pada periode itu juga di Napoli, Italia muncul “Perkawinan Bersejarah” Pizza yang ditaburi Mozzarella.

Seorang pembuat pizza, Raffaele Esposito dan istrinya menyiapkan sebuah pizza untuk dipersembahkan pada Ratu Margherita Savoia, istri Kaisar Italia Umberto I. Yang dibuat atas permintaan Yang Mulia. Sebuah Pizza yang melambangkan Bendera Italia: Merah yaitu saus tomat, putih yaitu mozzarella dan hijau yaitu daun basil. Dikarenakan Sang Ratu begitu suka dengan cita rasa pizza sederhana ini maka dinamakan Pizza Margherita. 
sumber: rockypanjaitan.blogspot.com 

Asal-usul Tanda Tanya

Asal-usul tanda tanya, konon berhubungan dengan kucing bangsa Mesir. Bangsa Mesir kuno memperhatikan kalo kucing penasaran, ekornya berdiri melengkung. bentuk ekor itu dijadikan penanda kalimat tanya dan jadilah tanda tanya seperti yang sekarang kita gunakan.tapi cerita itu cuma mitos.

Asal-usul aslinya begini:
tanda baca jadi dibutuhkan ketika huruf Latin mulai dikenal dan digunakan di Eropa. itu terjadi kira-kira pada abad pertengahan. untuk menandai kalimat tanya, awalnya mereka tulis kata ‘questio’ di akhir kalimat. tapi lama-lama terasa ribet juga, ‘questio’ disingkat jadi ‘qo’; di mana huruf ‘q’ dituliskan di atas ‘o’. seiring waktu, dan demi efisiensi, ‘qo’ berubah bentuk jadi tanda tanya yang sekarang kita pakai.

sumber: yellaojrak.wordpress.com