Showing posts with label Angka 7 pakai sabuk. Show all posts
Showing posts with label Angka 7 pakai sabuk. Show all posts

Wednesday, October 22, 2008

Lowongan Kerja bagi Inlander



Penjajah itu ibarat lintah yang mengisap darah sampai yang diisap lemas. Yang diisap adalah nenek moyang kita, orang jajahan. Baca kalimat-kalimat di bawah ini. Sumbernya dari arsip perpustakaan nasional yang kemudian saya sarikan dari Nova Trisnandar dari Rumah Baca Rakyat yang menyebarkannya. Sungguh, ini teks asli dari suatu iklan lowongan kerja di dalam sebuah Koran tahun 1889 yang masih tersimpan Perpustakaan Nasional Jakarta sekarang. Bagaimana perasaan Anda setelah membaca?

PENGOEMOEMAN !!!
DAG INLANDER,... ..HAJOO URANG MELAJOE,...KOWE MAHU KERDJA???
GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLU KOWE OENTOEK DJADI BOEDAK
ATAOE TJENTENK DI PERKEBOENAN- PERKEBOENAN ONDERNEMING KEPOENJAAN

GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE DJIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALIÂ Â BERIKOET:

1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat
2. Kowe poenja njali gede
3. Kowe poenja moeka kasar
4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie
5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak- pemberontak ataoepoen maling ataoepoen
mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel.
6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah
ataoe baron eropah.
7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.

KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT
DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS :

1. Keliling rawa Senajan 3 kali
2. Angkat badan liwat 30 kali
3. Angkat peroet liwat 30 kali

Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer Atmadjaja
Kowe nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo,Â
Tanamera, Batam, Soerabaja, Batavia en Riaoeeiland.
Governement Nederlandsch Indie memberi oepah :

1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil
2. Istirahat siang 1 uur.
3.Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago. Haastig
kalaoe kowe mahoe..

Pertanggal 31 Maart 1889 Niet Laat te Zijn Hoor.. Batavia 1889 Onder de naam van
Nederlandsch Indie Governor Generaal H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij. (vit)

Sejarah Angka Tujuh Pakai Sabuk

Bagaimana cara Anda menulis angka tujuh? Apakah angka tujuh Anda tanpa sabuk atau dengan sabuk? Angka tujuh bersabuk yang kita kenal dalam keseharian, ada sejarahnya lo. Ternyata sejarahnya berhubungan dengan masa penjajahan Belanda. Saya menemukan kisah ini dari duniamiftah.multiplay.com dan menyarikannya.

Zaman penjajahan Belanda memang susah. Pribumi yang dibolehkan sekolah cuma sedikit. Itu pun agar mereka dapat dipekerjakan sebagai pegawai negeri rendahan (clerk) demi kelancaran roda pemerintahan dan efisiensi. Bisa baca, tulis, dan berhitung sudah cukup. Nggak perlu sekolah tinggi-tinggi agar bisa dibohongi.

Sang tuan (pemerintah penjajah) sangat mengharapkan kesetiaan pribumi yang telah diberi kesempatan menikmati pendidikan modern dan dipekerjakan sebagai pegawai pemerintah. Dalam perjalanannya, seperti kita ketahui dari sejarah, sebagian dari pribumi ini memang lebih setia kepada tuannya daripada kepada bangsanya sendiri, tetapi sebagian lagi justru tumbuh berkembang sebagai para pejuang yang menyadarkan bangsanya melawan penjajah untuk merdeka.

Meski telah merekrut tenaga lokal (pribumi) untuk dipekerjakan dalam pemerintahannya, pemerintah penjajah tetap memonitor mereka dan hasil pekerjaan mereka. Konon, untuk memudahkan monitoring itu, ada ciri-ciri khusus yang diajarkan pada pribumi sejak duduk di bangku sekolah, sehingga sang bos dengan mudah mengetahui siapa yang mengerjakan pekerjaan, apakah pegawai pribumi atau bukan.

Dalam menulis angka tujuh misalnya, pribumi menambahkan "sabuk atau garis" pada kaki angka tujuh. Padahal bila diperhatikan, "sabuk" tersebut tidak terdapat pada angka tujuh yang ada di mesin ketik, kalkulator, maupun komputer. Orang bule, orang India, maupun orang Timur Tengah dan di seluruh dunia juga tidak menambah sabuk pada angka tujuh mereka.

Ciri lain misalnya, pribumi dalam menuliskan angka ribuan ke atas akan menempatkan tanda baca "titik" mendahului "koma", padahal lazimnya koma mendahului "titik". Untuk jelasnya pribumi akan menuliskan sejuta rupiah lima puluh sen dengan Rp 1.000.000,50 yaitu dua titik mendahului koma. Orang bule atau internasional akan menulis sejuta dolar lima puluh sen dengan $ 1,000,000.50 yaitu koma dahulu baru titik. Para ahli sejarah dan bahasa mungkin mampu menjelaskan hal ihwal atau kebenaran atas fakta-fakta di atas. *